Kabar tentang adanya aksi perundungan terhadap anak pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta akhirnya dibantah tegas oleh pihak sekolah. Kepala sekolah, Tetty Helena Tampubolon, menyatakan bahwa siswa tersebut sama sekali bukan korban bullying.
“Itu bukan korban bullying ya, kita harus luruskan,” tegas Tetty saat dihubungi media pada hari Sabtu (22/11).
Menurutnya, klaim tersebut sudah dikonfirmasi ulang dengan memeriksa sejumlah murid. Hasilnya? Tak satu pun dari mereka yang pernah melihat atau mengetahui adanya tindakan perundungan terhadap anak itu. Semua serba bersih dari kabar buruk semacam itu.
Artikel Terkait
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh