Doa di Sudut Gelap Baghdad: Kekuatan Sebuah Ayat yang Menghukum

- Sabtu, 22 November 2025 | 18:40 WIB
Doa di Sudut Gelap Baghdad: Kekuatan Sebuah Ayat yang Menghukum

Ketika Doa Korban Menjadi Penghukum

Peristiwa ini terjadi di Baghdad sekitar 1200 tahun silam, tepatnya pada tahun 262 Hijriyah. Kota itu menyimpan banyak kisah, salah satunya tentang sebuah keadilan yang datang secara tak terduga.

Abu Mahasin Yusuf bin Taghri mencatat kejadian langka ini dalam kitabnya An-Nujum Az-Zahirah. Dalam jilid ketiga halaman 36, tergambar jelas bagaimana peristiwa itu berlangsung.

Seorang lelaki mencoba memperkosa seorang wanita di sudut kota Baghdad. Wanita itu terus meneriakkan "Bertakwalah kepada Allah!" tapi si lelaki tak bergeming. Situasinya semakin mencekam.

Di tengah keputusasaan, wanita itu teringat sebuah ayat. Dengan lirih dia membacanya:

اللَّهُمَّ فاطِرَ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ عالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبادِكَ

"Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkau-lah yang akan memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Mu." (Qs. Az-Zumar: 46)

Kemudian, dengan mata berkaca-kaca menatap langit, dia berdoa:

"Ya Allah, dia telah menzalimiku. Maka ambillah dia!"

Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Seketika itu juga, lelaki itu terjatuh dan meninggal seketika.

Ibn 'Aun al-Farāidhī, yang menyaksikan langsung kejadian itu, bersumpah:

"Demi Allah, aku sendiri melihat laki-laki itu telah mati. Ia diusung di atas tandu, dan orang-orang bertahlil dan bertakbir."

Ada pelajaran berharga dari kisah ini. Dalam situasi sesulit apapun, tetaplah berdoa kepada Allah. Awali dengan membaca ayat Al-Quran - ayat mana saja yang kita hafal - lalu sampaikan permohonan dengan bahasa sendiri. Tak harus selalu bahasa Arab.

(Ustadz Anshari Taslim)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar