Suasana Pasar Gaplok di Jakarta Pusat mendadak ricuh pada Rabu (19/11) lalu. Seorang pria, H (35), nekat menghabisi nyawa R (24) dengan cara yang mengerikan: membacoknya pakai golok. Aksi brutal itu terjadi begitu saja, tepat saat korban baru saja keluar dari kamar mandi umum pasar.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, H langsung menyasar dada kiri korbannya. "Pelaku menyerang dengan sangat cepat, menggunakan senjata tajam jenis golok," ujarnya lewat keterangan resmi yang dirilis Sabtu (22/11).
Usai beraksi, H kabur. Dia menghilang ke Bogor, berharap bisa lepas dari kejaran polisi. Tapi ternyata, petugas tidak butuh waktu lama untuk menangkapnya.
"Kami berhasil mengamankan pelaku tiga hari setelah kejadian, tepatnya Sabtu pagi pukul 05.30 WIB," jelas Susatyo. Lokasi penangkapan berada di Kampung Wanasari, Cilebut Timur, Sukaraja, Bogor. Saat ditemukan, H sedang bersembunyi.
Di sisi lain, Kapolsek Senen AKP Andre Tri Putra membeberkan motif di balik aksi nekat itu. Ternyata, ini soal perselingkuhan. H diduga kesal karena istrinya berselingkuh dengan R, si korban.
"Motifnya asmara. Istri pelaku selingkuh sama korban," ujar Andre dengan tegas.
Polisi juga menyita barang bukti penting: sebuah golok dengan panjang sekitar 40 sentimeter. Senjata itu disimpan H di kontrakannya sebelum akhirnya digunakan untuk menyerang.
Melihat kasus ini, Susatyo mengimbau masyarakat agar lebih bisa menahan emosi. Jangan sampai perselisihan berujung pada kekerasan yang merugikan banyak pihak.
"Hukum berlaku untuk siapa saja. Setiap tindak kriminal pasti akan kami proses sesuai aturan," tegasnya.
Akibat ulahnya, H kini terancam hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan. Dia disangkakan dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik, Emas UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Besi Rel Bekas KAI di Jombang, Oknum Pegawai Terlibat
Polres Gowa Tangkap Pemuda Diduga Perkosa dan Sebar Foto Korban Remaja
NasDem Bone Kecam Pemberitaan Tempo Soal Wacana Merger dengan Gerindra