Hujan Deras Tak Surutkan Pencarian, Dua Korban Lagi Ditemukan di Longsor Banjarnegara

- Sabtu, 22 November 2025 | 09:45 WIB
Hujan Deras Tak Surutkan Pencarian, Dua Korban Lagi Ditemukan di Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA - Hari keenam pencarian korban longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, berlangsung dalam suasana mencekam. Hujan yang mengguyur tanpa henti sejak siang membuat medan operasi semakin berbahaya. Meski begitu, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jasad lagi pada Jumat (21/11/2025) sore, menaikkan total korban tewas menjadi 12 orang.

Dua korban terbaru ini ditemukan dalam rentang waktu yang berdekatan. Pukul 16.30 WIB, jasad seorang perempuan dewasa berhasil dievakuasi dari sektor C.1. Tak sampai setengah jam kemudian, tim menemukan jasad bocah laki-laki di lokasi yang sama.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, membenarkan perkembangan ini. Suaranya terdapat lelah namun tegas.

"Tim menemukan dan mengevakuasi dua jasad, diketahui bernama Ibu Susanti (26) dan Jonathan Prayoga (7). Dengan temuan ini total sudah 12 korban berhasil ditemukan. Sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian," ujarnya dikutip dari iNews Pantura, Sabtu (22/11/2025).

Budiono juga mengungkap identitas dua korban yang ditemukan sehari sebelumnya, yakni Ibu Lipah (45) dan Warjono Lamar (65). Semua korban sejauh ini ditemukan di area yang diduga menjadi pusat tertimbunnya warga saat material longsor menerjang permukiman.

Di sisi lain, cuaca terus menjadi tantangan terbesar. Hujan deras yang turun sejak siang membatasi pergerakan alat berat dan mengancam keselamatan personel. Tim SAR terpaksa menghentikan operasi setiap kali hujan mengguyur deras karena risiko longsor susulan sangat tinggi.

"Sebetulnya kami sudah mengerahkan 17 alat berat, namun tidak bisa bekerja maksimal akibat hujan. Saat hujan deras kami hentikan untuk antisipasi bila ada longsor susulan," kata Budiono.

Meski kondisi begitu sulit, personel di lapangan tetap berupaya melakukan pencarian manual ketika cuaca agak membaik. Semangat mereka tak pernah padam.

Memasuki hari ketujuh pencarian, Basarnas memastikan tidak ada perubahan lokasi operasi utama. Sektor A dan C tetap menjadi titik yang diyakini paling potensial sebagai lokasi tertimbunnya korban.

Harapan kini tertumpu pada cuaca cerah di Sabtu ini. Tim berharap mereka bisa bekerja lebih maksimal tanpa gangguan hujan.

"Besok sudah memasuki hari ke-7, tidak ada perubahan area pencarian. Fokus kami tetap pada sektor A dan C. Semoga besok cerah dan pencarian bisa lebih maksimal," ucap Budiono.

Tragedi longsor Pandanarum yang terjadi Minggu (16/11) sore itu masih meninggalkan luka mendalam. Material tanah dan batu yang meluncur deras menghancurkan rumah-rumah warga dan menimbun puluhan penduduk hanya dalam hitungan detik.

Sampai saat ini, tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu. Mereka berusaha menemukan seluruh korban sambil memastikan keselamatan para petugas di lapangan. Perjuangan mereka belum berakhir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar