Segel yang dipasang KPK di rumah dinas Gubernur Riau, Abdul Wahid, ternyata ada yang merusak. Laporan soal ini langsung ditanggapi serius oleh penyidik. Mereka kini sedang memburu siapa pelaku yang berani merusak segel lembaga antirasuah itu.
Budi Prasetyo, juru bicara KPK, membenarkan hal itu saat ditemui wartawan pada Jumat (21/11).
"Itu juga sedang kami dalami, siapa eksekutornya," ujarnya.
Tak hanya mencari pelaku lapangan, KPK juga mendalami kemungkinan ada dalang di balik aksi perusakan itu. Sayangnya, Budi belum mau merinci siapa saja yang sudah dicurigai. "Siapa yang meminta atau menyuruh eksekutor merusak segel KPK yang dipasang saat OTT di Pemprov Riau," jelasnya lagi.
Penyegelan rumah dinas itu sendiri berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Gubernur Wahid. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa tiga orang pramusaji yang bertugas di sana: Alpin, Muhammad Syahrul Amin, dan Mega Lestari. Mereka diduga tahu soal perusakan segel tersebut.
Pemeriksaan ketiganya dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberikan pernyataan apa pun.
Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Riau. Dari OTT itu, KPK akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka: Gubernur Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR Riau M. Arief Setiawan, serta Tenaga Ahli Gubernur Dani M. Nursalam.
Mereka diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau. Modusnya, mereka meminta fee sebesar 5% dari penambahan anggaran Dinas PUPR tahun 2025.
Fee 5% itu nilainya sekitar Rp 7 miliar. Hitungannya berasal dari penambahan anggaran yang semula Rp 71,6 miliar melonjak jadi Rp 177,4 miliar artinya ada tambahan sekitar Rp 106 miliar.
Menurut KPK, fee itu sudah dibayar tiga kali dengan total Rp 4,05 miliar. Pada transaksi terakhir di November 2025, KPK langsung bergerak dan melakukan penindakan.
Kini ketiga tersangka telah ditahan. Mereka memilih diam dan belum memberikan keterangan terkait kasus yang menjerat mereka.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk