Begitu salat usai, Purboyo buru-buru meninggalkan ruangan. Ia kemudian menuju kantor takmir masjid, ditemani oleh KRT Muhammad Muhtarom, sang Ketua Takmir yang juga menjabat sebagai Penghulu Tafsir Anom. Di sana, mereka berbincang santai seputar manuskrip sejarah keraton.
Sementara itu, Hangabehi memilih untuk langsung berjalan kaki pulang. Rupanya, ia sudah sempat bersilaturahmi ke kantor takmir pada pekan sebelumnya, jadi tak perlu mampir lagi.
Saat sejumlah wartawan mencoba menanyakan tanggapannya tentang penobatan adiknya beberapa hari lalu, Hangabehi hanya menggeleng halus.
Kedua raja yang berselisih itu akhirnya meninggalkan Masjid Agung dengan damai, tanpa insiden. Jamaah lain pun bubar, meninggalkan masjid yang kembali sunyi, meski pertanyaan tentang siapa pemegang sah takhta Surakarta masih menggantung di udara.
Artikel Terkait
Prabowo Serahkan Bonus Rp 456 Miliar, Pesan Khusus untuk Atlet SEA Games
Dari Gilgamesh ke Amazon: Kisah Abadi Manusia dan Kutukan Hutan
iShowSpeed Bicara Gaza: Bebaskan Palestina, Aku Akan Bantu
Ironi di Panggung Komedi: Ketika Tawa Berujung Laporan Polisi