Setelah berminggu-minggu melakukan pemeriksaan mendalam, militer Israel akhirnya membuka tabir soal terowongan Hamas di Rafah yang mereka gali. Terowongan ini bukan sembarang lorong bawah tanah. Panjangnya mencapai 7 kilometer, menjulang di kedalaman 25 meter, dan dilengkapi dengan 80 kamar akomodasi di dalamnya.
Yang bikin tercengang, jalur terowongan ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling rumit dan penting yang pernah ditemukan di Gaza. Pernyataan itu langsung datang dari pihak militer Israel.
Rutenya sendiri sangat strategis dan memanfaatkan area sipil. Jalur itu melintas dekat poros Philadelphia, melewati pemukiman padat penduduk. Bahkan, terowongan ini juga membentang di bawah fasilitas-fasilitas sensitif seperti kompleks UNRWA, sebuah masjid, klinik kesehatan, hingga taman kanak-kanak dan sekolah. Sungguh suatu jaringan yang sangat terencana.
Di sisi lain, ada pengakuan menarik dari lapangan. Sebuah komentar yang beredar menyebut bahwa anggota perlawanan Hamas bukanlah orang dengan "otak kaleng-kaleng". Mereka digambarkan genius, bukan cuma dalam menyusun strategi perang, tapi juga ahli dalam merancang struktur bangunan bawah tanah. Bahkan pihak Zionis di lapangan pun dikabarkan mengakui betapa sulit dan rumitnya menemukan persembunyian kelompok tersebut.
Dalam rilis resminya, IDF mengonfirmasi satu hal: terowongan raksasa inilah tempat jenazah prajurit mereka, Hadar Goldin, yang diculik, sempat ditahan. Lorong sepanjang 7 kilometer dengan 80 kamar itu menjadi saksi bisu salah satu episode kelam konflik tersebut.
Sebuah video yang dirilis melalui Twitter juga memperlihatkan kondisi terowongan tersebut, memberikan gambaran visual atas temuan yang menghebohkan ini.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Narkotika dari Malaysia di Pelabuhan Parepare, Lima Orang Diamankan
Ribuan Warga Karawang Desak Penutupan Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Dugaan Pesta Sesama Jenis
Mahfud MD Nilai Tiga Petinggi BGN Korupsi Program MBG Layak Dihukum Mati atau Seumur Hidup
PSM Makassar Dilarang Tampilkan Penonton dalam Dua Laga Kandang dan Didenda Rp380 Juta Akibat Ulah Suporter