Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dari Puspen TNI kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut. "Hal ini sekaligus memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai skenario operasi, termasuk pengamanan objek vital seperti bandara dan kawasan industri pertambangan," ujarnya.
Di sisi lain, aksi di udara berjalan bertahap. Sorti pertama dibuka oleh penerjun dari Yonko 466 Korpasgat. Mereka yang memulai aksi spektakuler itu. Kemudian, giliran sorti kedua diisi oleh pasukan dari Yonif 432 dan Yonif 433 Kostrad. Semuanya terjun menggunakan pesawat angkut taktis C-130, dengan formasi tempur yang ketat mengikuti prosedur operasi modern.
Menurut penjelasan resmi dari Mabes TNI, inti dari semua kegiatan ini adalah untuk menjaga keamanan nasional. Fokusnya tertuju pada sektor-sektor strategis yang dianggap sebagai aset vital negara. Latihan semacam ini jelas bukan sekadar atraksi. Lebih dari itu, ini adalah sarana penting untuk mengasah kemampuan tempur prajurit, mulai dari teknik penerjunan yang tepat hingga penguasaan suatu daerah dengan respons yang cepat dan presisi tinggi.
Artikel Terkait
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan
Gaji Dua Digit: Simbol Prestasi atau Jerat Kecemasan?
Modus Baru di Pintu Tol: Helm Dilempar, Pengendara Mobil Jadi Sasaran Pemerasan
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif