Latihan Gabungan TNI di Morowali, Pesawat Angkut dan Parasut Warnai Langit

- Jumat, 21 November 2025 | 15:36 WIB
Latihan Gabungan TNI di Morowali, Pesawat Angkut dan Parasut Warnai Langit

Langit di atas Bandara PT IMIP, Morowali, Rabu (20/11) lalu, mendadak ramai oleh kehadiran pesawat-pesawat angkut militer. Di bawahnya, langit biru itu dihiasi payung-payung parasut para prajurit TNI yang turun dengan gesit. Ini bukan situasi genting, melainkan sebuah latihan komando gabungan besar-besaran yang sedang digelar.

Latihan itu sendiri melibatkan ratusan personel. Mereka melaksanakan dua jenis penerjunan utama: Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) dan penerjunan lintas udara. Semuanya terangkai dalam sebuah latihan terintegrasi yang cukup kompleks.

Tak main-main, acara ini disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hadir, didampingi langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Di samping mereka, tampak juga Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BPKP Yusuf Ateh. Mereka semua menyaksikan dengan seksama dari jarak dekat.

Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dari Puspen TNI kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut. "Hal ini sekaligus memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai skenario operasi, termasuk pengamanan objek vital seperti bandara dan kawasan industri pertambangan," ujarnya.

Di sisi lain, aksi di udara berjalan bertahap. Sorti pertama dibuka oleh penerjun dari Yonko 466 Korpasgat. Mereka yang memulai aksi spektakuler itu. Kemudian, giliran sorti kedua diisi oleh pasukan dari Yonif 432 dan Yonif 433 Kostrad. Semuanya terjun menggunakan pesawat angkut taktis C-130, dengan formasi tempur yang ketat mengikuti prosedur operasi modern.

Menurut penjelasan resmi dari Mabes TNI, inti dari semua kegiatan ini adalah untuk menjaga keamanan nasional. Fokusnya tertuju pada sektor-sektor strategis yang dianggap sebagai aset vital negara. Latihan semacam ini jelas bukan sekadar atraksi. Lebih dari itu, ini adalah sarana penting untuk mengasah kemampuan tempur prajurit, mulai dari teknik penerjunan yang tepat hingga penguasaan suatu daerah dengan respons yang cepat dan presisi tinggi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar