Tiga siswa korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi mereka terus dipantau.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan konfirmasinya pada Kamis (20/11). "Tinggal 3 orang pasien," ujarnya. Rinciannya, satu orang dirawat di RS Yarsi, satu lagi di RSCM, dan satu sisanya berada di RS Polri Kramat Jati.
Nah, yang menarik, salah satu dari ketiga pelajar yang dirawat di RS Polri Kramat Jati ini ternyata adalah pelaku itu sendiri. Dia berstatus sebagai anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH.
Menurut informasi yang beredar, awalnya pelaku membawa tujuh bom yang rencananya akan diledakkan di sekolah. Tapi, tidak semua meledak. Hanya empat yang benar-benar meledak, sementara sisanya berhasil diamankan oleh petugas. Situasinya cukup mencekam saat itu.
Ledakan terjadi di dua titik utama: di dalam masjid dan juga di taman baca yang letaknya tak jauh dari bank sampah. Untuk bom di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai pemicu. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan area sampah di pabrik menggunakan sumbu biasa.
Kejadian ini tentu meninggalkan bekas yang dalam bagi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Besi Rel Bekas KAI di Jombang, Oknum Pegawai Terlibat
Polres Gowa Tangkap Pemuda Diduga Perkosa dan Sebar Foto Korban Remaja
NasDem Bone Kecam Pemberitaan Tempo Soal Wacana Merger dengan Gerindra
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Imbang Lawan Sporting