Modus Baru Pemandu Palsu di Keraton Yogyakarta, Wisatawan Diarahkan ke Toko Batik
Seorang wisatawan harus belajar dengan cara yang cukup pahit saat berkunjung ke Yogyakarta. Kisahnya tentang penipuan yang dialaminya di sekitar Keraton Yogyakarta pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut pengakuannya, pelaku beraksi dengan tampilan yang meyakinkan. Mereka memakai kemeja batik dan membawa semacam tanda pengenal yang seolah-olah menandakan mereka adalah pemandu resmi keraton. Namun begitu, pertemuan itu terjadi di samping keraton, bukan di pintu masuk utama yang seharusnya.
Di sana, si pemandu palsu ini memberitahu sang wisatawan bahwa Keraton sedang tutup untuk renovasi. Tutupnya lama, sampai enam bulan. Alhasil, alih-alih bisa masuk ke dalam keraton, wisatawan malah diarahkan ke sebuah toko yang menjual lukisan dan batik. Ujung-ujungnya ya jelas, diminta untuk berbelanja.
Artikel Terkait
Saldo Rp 500 Ribu: Ironi Kas Daerah di Balik Gaya Gubernur Jabar
KPK Tunggu Audit BPK untuk Tentukan Kerugian Negara dari Kasus Kuota Haji
Warkop di Bundaran HI Ditegur, Meja Kursi di Trotoar Harus Minggir
Pertemuan Solo: Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Bertamu, Koalisi Penggugat Retak