Selain isu keamanan lingkungan belajar, Gubernur juga meminta para kepala sekolah untuk memastikan implementasi penuh dari berbagai program bantuan dan subsidi pendidikan. Program-program seperti Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta berbagai inisiatif perlindungan anak harus dikawal secara ketat.
"Kawal implementasi KJP Plus, KJMU, dan program perlindungan anak agar benar-benar memberi dampak bagi masa depan peserta didik. Bangun ekosistem sekolah yang sehat, rapi, dan akuntabel," pesan Pramono.
Peningkatan Kualitas SDM dan Akuntabilitas Kerja
Pramono Anung menutup arahan dengan menekankan pentingnya peningkatan performa individu bagi para pendidik. Ia mendorong agar setiap tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan harus memberikan hasil yang konkret dan berdampak langsung bagi kemajuan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan terus membuka dan menyediakan ruang pengembangan kapasitas yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Ibu Kota, sekaligus menjadi fondasi untuk terciptanya lulusan yang berdaya saing tinggi di masa depan.
Artikel Terkait
Desa Tempur Terkepung: 3.500 Jiwa Terisolasi Usai Longsor dan Jalan Putus Total
Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema
Residivis Motor Dibekuk Usai Beraksi Empat Kali Sehari dan Tembak Warga
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba