Patung Soekarno di Alun-alun Indramayu Rusak, Leher Miring Diterpa Tenda

- Selasa, 18 November 2025 | 16:50 WIB
Patung Soekarno di Alun-alun Indramayu Rusak, Leher Miring Diterpa Tenda

Patung Soekarno di Alun-alun Indramayu Rusak, Leher Tampak Miring

Kondisi patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Alun-alun Indramayu menjadi perhatian publik. Bagian leher hingga kepala patung proklamator tersebut terlihat miring, seolah mengalami kerusakan.

Keadaan ini pertama kali disoroti oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, melalui unggahan di media sosialnya. Ia mempertanyakan mengapa patung Bung Karno sempat diselimuti kain putih sebelum akhirnya terlihat kerusakan pada bagian lehernya.

Berdasarkan pengamatan, setelah kain putih dibuka, terlihat jelas perbedaan antara patung Soekarno dan patung Bung Hatta di sisi lainnya. Patung Bung Hatta tetap dalam kondisi utuh tanpa cacat, sementara patung Soekarno tampak tidak sempurna.

Penyebab Kerusakan Patung Bung Karno Indramayu

Menurut penjelasan Plt. Kabid Perumahan Permukiman Diskimrum Kabupaten Indramayu, Krisdiantoro, insiden ini berawal dari pemasangan tenda untuk acara pelantikan PPPK Paruh Waktu. Tenda yang seharusnya segera dibongkar ternyata masih berdiri hingga keesokan harinya.

Pada Kamis sore, sekitar pukul 17.00 WIB, angin kencang menerpa dan menyebabkan tenda roboh. Tenda yang roboh inilah yang diduga kuat mengenai patung Soekarno hingga menyebabkan kerusakan pada bagian lehernya.

Langkah Perbaikan Patung Soekarno Indramayu

Patung yang terbuat dari bahan tembaga ini dibangun pada tahun 2023. Untuk memperbaikinya, diperlukan keahlian khusus dari pembuat patung aslinya. Pihak Diskimrum sedang menelusuri identitas pengrajin yang membuat patung tersebut agar kerusakan tidak bertambah parah.

Sementara proses perbaikan dipersiapkan, kedua patung proklamator, yaitu patung Soekarno dan patung Hatta, akan diturunkan untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil karena patung tersebut merupakan sepasang tokoh proklamator dan ketidaksesuaian tampilan dianggap mengganggu.

Pihak berwenang masih membahas apakah biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Dinas Kimrum, panitia pelaksana acara, atau penyedia jasa tenda. Saat ini, proses identifikasi kerusakan dan perhitungan biaya perbaikan masih berlangsung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar