- Iuran tanah timbun sebesar Rp 50.000 per orang tua
- Iuran penghijauan sebesar Rp 35.000 per siswa
- Potongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp 50.000
- Pembelian buku Tes Kemampuan Akademik (TKA)
- Uang masuk sekolah tanpa kwitansi dengan nominal berbeda untuk setiap anak
- Biaya seragam siswa baru antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta
Seorang wali murid mengungkapkan bahwa total pungutan yang terkumpul bisa mencapai ratusan juta rupiah, mengingat jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 1.000 orang. Wali murid lainnya, Elnawati, menegaskan bahwa pungutan-pungutan tersebut tidak pernah melalui mekanisme rapat komite yang transparan.
Kepala Sekolah Dicopot dari Jabatan
Menanggapi protes besar-besaran dari wali murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar mengambil tindakan tegas. Kepala Dinas Pendidikan Kampar, Siti, mengumumkan pencopotan Kepala Sekolah SDN 021 Tarai Bangun, Aspinawati Harahap, dari jabatannya. Aspinawati dinilai menjalankan kepemimpinan yang arogan dan tidak transparan.
Selain kepala sekolah, dua guru honorer juga diberhentikan, yaitu Yon Hendri (guru yang membanting nasi kotak) dan Reza Arya Putra yang juga terlibat dalam persoalan internal sekolah. Pemberhentian ini dilakukan setelah Dinas Pendidikan menerima banyak keluhan dari wali murid terhadap kedua tenaga pendidik tersebut.
Data Siswa dan Penerima PIP
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN 021 Tarai Bangun memiliki 995 siswa yang terdiri dari 505 laki-laki dan 490 perempuan. Pada tahun 2025, terdapat 226 siswa penerima PIP dengan total dana sebesar Rp 75.825.000. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 267 penerima dengan anggaran Rp 117.900.000.
Kasus di SDN 021 Tarai Bangun ini menunjukkan bahwa transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan hal yang sangat penting. Insiden pembantingan nasi kotak hanyalah pemicu yang membuka masalah lebih besar mengenai praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini