Konsekuensi Hukum & Dampak Politik Ijazah Palsu Mantan Presiden

- Selasa, 18 November 2025 | 09:40 WIB
Konsekuensi Hukum & Dampak Politik Ijazah Palsu Mantan Presiden

Implikasi praktisnya sangat luas. Kebijakan strategis nasional seperti pembangunan ibu kota negara, restrukturisasi kementerian, program fiskal, dan proyek infrastruktur besar berpotensi ditinjau ulang oleh lembaga legislatif. Masyarakat sipil dapat mengajukan gugatan terhadap peraturan yang berdampak pada lingkungan hidup dan hak pekerja.

Meskipun pembatalan massal mungkin dihindari untuk mencegah kekacauan, seluruh produk hukum era tersebut akan menyandang stigma cacat legitimasi secara historis dan politik.

Krisis Legitimasi Pejabat yang Dilantik

Presiden memiliki kewenangan mengangkat pejabat tinggi negara seperti menteri, pimpinan lembaga penegak hukum, dan duta besar. Jika otoritas pengangkat dianggap tidak sah, maka seluruh rangkaian jabatan tersebut ikut dipertanyakan legitimasinya.

Terdapat tiga dampak utama yang akan terjadi. Pertama, tekanan politik untuk evaluasi ulang seluruh pengangkatan oleh DPR. Kedua, konflik antar lembaga negara ketika pejabat menolak mengundurkan diri sementara kelompok politik menuntut pertanggungjawaban. Ketiga, stigma abadi bahwa karier mereka dibangun dari proses pengangkatan yang cacat hukum.

Dalam dinamika kekuasaan, stigma politik seringkali menjadi hukuman yang paling bertahan lama dan sulit dihapuskan.

Pelajaran Sistemik bagi Ketahanan Negara

Skandal ijazah palsu pada level tertinggi bukan sekadar persoalan pelanggaran administratif. Kejadian ini merupakan ujian nyata bagi ketahanan institusi demokrasi dan sistem verifikasi negara.

Jika skenario ini terjadi, yang perlu dipertanyakan bukan hanya moralitas individu, tetapi juga efektivitas mekanisme kontrol yang seharusnya mencegah kebohongan fundamental merasuki puncak kekuasaan.

Demokrasi yang sehat tidak runtuh secara tiba-tiba. Keruntuhan biasanya diawali dari kelalaian kecil dalam menjaga integritas sistem yang kemudian berkembang menjadi krisis legitimasi berskala nasional. Kewaspadaan terhadap potensi skandal semacam ini menjadi refleksi penting bagi penguatan institusi negara di masa depan.


Halaman:

Komentar