Video itu beredar cepat, memicu amarah. Puluhan pria, dalam kerumunan malam Tahun Baru, mendorong dan mengangkat seorang wanita yang berteriak-teriak. Adegan kacau itu direkam di Basra, kota di selatan Irak, dan segera menjadi sorotan nasional. Tak butuh waktu lama, pihak berwenang bergerak. Gubernur Basra, Asaad al-Eidani, mengumumkan penangkapan 17 orang terkait insiden pelecehan yang memalukan itu.
"Pemerintah daerah tidak akan mentolerir perilaku apa pun yang melanggar kesopanan publik atau mengganggu keamanan masyarakat," tegas al-Eidani.
Rekaman dari sudut lain bahkan lebih mengerikan. Terlihat beberapa pria berusaha memaksa korban masuk ke dalam sebuah mobil, dengan tangan mereka menekan kepala wanita malang itu. Sungguh pemandangan yang sulit ditelan.
Di sisi lain, ini bukan cerita baru. Kekerasan terhadap perempuan sudah jadi momok lama di Irak. Masyarakat yang sangat patriarkal ini akrab dengan kasus-kasus yang sering disebut 'pembunuhan demi kehormatan', meski data resminya sulit didapat. Yang jelas, insiden di Basra ini hanyalah puncak gunung es.
Organisasi Kebebasan Perempuan di Irak (OWFI), yang biasa menangani korban kekerasan, langsung bersuara keras. Mereka mengutuk habis-habisan kejadian itu.
Artikel Terkait
Para Menteri Naik Motor Matic, Menembus Macet 5 Km Menuju Panen Raya
Israel Akui Somaliland, Kunjungan Menteri Saar Picu Badai Diplomasi
Prabowo Gelar Retret Kabinet Kedua, Evaluasi Kinerja Setahun Pemerintahan
Aksi Nekat Avanza Seret Motor, Bekasi Heboh Lagi