Banjarnegara dan Cilacap: Wilayah dengan Risiko Longsor Tertinggi di Jawa Tengah
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap fakta mengejutkan. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Banjarnegara dan Cilacap tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban tanah longsor terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.
Kejadian terbaru melanda Cilacap pada hari Jumat lalu. Dari 23 warga yang dilaporkan hilang, 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses pencarian terhadap 7 korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan.
Tidak berselang lama, bencana serupa juga terjadi di Banjarnegara pada hari Minggu. Laporan terakhir menyebutkan tiga korban jiwa telah ditemukan, sementara 27 warga lainnya masih dalam pencarian.
Pola dan Sejarah Kerentanan Longsor di Jawa Tengah
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa peta historis kejadian longsor di Jawa Tengah memiliki pola yang konsisten. Wilayah tengah hingga selatan provinsi ini merupakan zona rawan bencana geologi ini.
Muhari menekankan bahwa tingkat kerawanan suatu wilayah tidak akan berubah tanpa adanya upaya perbaikan lingkungan yang serius. "Area yang secara historis pernah mengalami longsor memiliki potensi tinggi untuk mengalaminya kembali, seperti yang kita saksikan saat ini," ujarnya dalam sebuah jumpa pers virtual.
Artikel Terkait
Nadiem Akui Perlawanan dari Dalam Kementerian
Setelah Banjir Bandang, SMAN 4 Aceh Tamiang Kembali Berdenyut
Anwar Ibrahim Tegaskan Batas Masa Jabatan PM: Maksimal 10 Tahun
Di Balik Gelap, Syifa dan Suami Nyalakan Pelita Quran Braille di Cibinong