Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh: KCIC Serahkan Keputusan ke Danantara

- Senin, 17 November 2025 | 20:50 WIB
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh: KCIC Serahkan Keputusan ke Danantara
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh: KCIC Serahkan Keputusan ke Danantara

Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh: KCIC Serahkan Keputusan ke Danantara

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, telah memberikan penjelasan resmi mengenai polemik restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh. Dalam pernyataannya, Dwiyana menegaskan bahwa seluruh proses dan mekanisme restrukturisasi utang Whoosh diserahkan sepenuhnya kepada Danantara selaku induk usaha.

Pernyataan ini disampaikan Dwiyana usai melakukan kunjungan ke kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, pada Senin 17 November 2025. Ia menekankan bahwa KCIC, yang berada di bawah naungan Danantara, akan mengikuti semua keputusan yang dibuat oleh induk perusahaannya tersebut.

"Pokoknya kalau untuk restrukturisasi kan kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apa pun mekanisme, skemanya, kita serahkan ke Danantara," ujar Dwiyana Slamet Riyadi.

Dwiyana memastikan bahwa seluruh proses lanjutan, baik itu koordinasi maupun pengambilan keputusan final mengenai utang Whoosh, akan dipusatkan melalui satu pintu, yaitu Danantara. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselarasan dan efisiensi dalam menangani masalah finansial proyek kereta cepat pertama di Indonesia itu.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah telah terjadi komunikasi langsung antara KCIC dan Danantara, Dwiyana kembali menegaskan prinsip satu pintu yang dianutnya. "Makanya biar satu pintu dengan Danantara, ya," tandas Direktur Utama KCIC tersebut.

Kebijakan penyerahan wewenang restrukturisasi utang Whoosh ini menunjukkan komitmen KCIC untuk menyelesaikan persoalan keuangan proyek strategis nasional secara terkoordinasi dan terpusat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar