Viral! Kronologi ODGJ Mengaku Nabi Diusir dari Bus di Terminal Purabaya

- Senin, 17 November 2025 | 12:18 WIB
Viral! Kronologi ODGJ Mengaku Nabi Diusir dari Bus di Terminal Purabaya
Insiden ODGJ di Terminal Purabaya: Pria Mengaku Nabi Diusir dari Bus

Kronologi Pria ODGJ Mengaku Nabi Diusir dari Bus di Terminal Purabaya

Sebuah insiden tidak biasa terjadi di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ harus diusir keluar dari dalam bus karena mengaku sebagai seorang nabi dan menciptakan keributan. Peristiwa ini berhasil diabadikan dalam sebuah video yang kemudian viral di berbagai platform media sosial.

Melalui konfirmasi resmi dari Humas Terminal Tipe A (TTA) Purabaya Bungurasih, Sarah Abigail, terungkap bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Jumat malam. Lokasi kejadian tepatnya berada di jalur 4 shelter keberangkatan terminal.

Penanganan Cepat Kru Bus dan Petugas Keamanan

Sarah Abigail menjelaskan bahwa pria tersebut adalah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tiba-tiba memasuki bus yang sedang penuh dengan penumpang. Menyadari adanya potensi gangguan, kru bus segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan pria itu demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang lainnya.

"Sekitar pukul 20.00 WIB, tim keamanan kami menerima laporan mengenai kehadiran ODGJ yang mengganggu penumpang dan kru bus, bahkan sampai mengajak berkelahi," jelas Sarah. Untuk mencegah situasi yang lebih buruk dan menenangkan kondisi, pihak terminal memutuskan untuk mengamankan pria tersebut dengan mengeluarkannya melalui Pintu Keluar Waru.

Status Pria sebagai ODGJ

Sarah menegaskan bahwa status pria sebagai ODGJ diketahui berdasarkan laporan dari sejumlah orang di dalam terminal. Tindakan pengusiran dilakukan semata-mata karena pria tersebut telah menciptakan keributan di dalam bus dan dikhawatirkan dapat membahayakan.

Meskipun telah diamankan dan dikeluarkan dari area terminal, pihak Humas Terminal Purabaya mengaku tidak mengetahui kelanjutan dari pria ODGJ tersebut setelah diturunkan dari bus. "Saat itu kondisi sedang hujan, dan untuk menghindari risiko, teman-teman keamanan hanya mengamankannya sampai pintu keluar," pungkas Sarah menutup penjelasan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar