Bakul Suket Jogja: Solusi Praktis Beli Rumput Ternak Secara Online
Aktivitas mencari rumput atau ngarit bagi peternak sapi dan kambing kini memiliki terobosan baru. Di Kapanewon Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hadir sebuah layanan inovatif: penjualan rumput ternak secara daring. Layanan ini menjadi jalan pintas bagi peternak yang sibuk atau tidak memiliki waktu untuk turun ke sawah.
Pelopor usaha unik ini adalah Riyang Gati, seorang pemuda berusia 26 tahun asal Kalurahan Sumberagung. Ia membuktikan bahwa bisnis rumput ternak punya potensi pasar yang menjanjikan di era digital.
Mengenal Bakul Suket Jogja dan Suketin.id
Rumah Riyang Gati mudah dikenali dengan spanduk bertuliskan "Bakul Suket" yang terpasang di depannya. Spanduk tersebut disertai slogan khas, "Suket Ora Trending Tapi Suket Itu Penting," yang mencerminkan filosofi bisnisnya. Untuk memudahkan pelanggan, lokasinya dapat ditemukan dengan mencari "Bakul Suket Jogja (Suketin.id)" di peta digital.
Riyang menjalankan usahanya dengan penuh dedikasi. Setiap hari, ia memanen rumput dan mengantarkannya menggunakan sepeda motor, dengan kapasitas minimal lima hingga enam karung per hari. Usaha yang baru berjalan sekitar tiga minggu ini telah menemukan pasar yang tepat, yaitu para peternak dengan pekerjaan ganda atau yang sedang berhalangan untuk ngarit sendiri.
Asal Mula Ide Bisnis Rumput Online
Kisah di balik berdirinya Bakul Suket berawal dari beberapa kondisi. Riyang mengawali usahanya saat sedang menganggur. Ia memanfaatkan lahan sawah milik keluarga di Bulak Kedung Banteng yang beberapa kali gagal panen padi. Dengan latar belakangnya memelihara kambing, ide untuk menanam rumput di lahan tersebut pun muncul. Awalnya rencana membuat bank pakan ternak, namun dirasa terlalu luas hanya untuk kambingnya sendiri. Melihat sawah di sekitarnya juga sedang libur tanam, Riyang dan pamannya akhirnya menanami lahan tersebut dengan rumput dengan niat untuk dijual.
Strategi Pemasaran Digital ala Bakul Suket
Kunci kesuksesan Riyang terletak pada pemanfaatan media sosial. Untuk menjangkau pasar lokal, ia menggunakan nama "Bakul Suket" yang mudah diingat. Sementara untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama kalangan muda, ia menggunakan brand Suketin.id di platform digital.
Riyang aktif di tiga platform media sosial utama: TikTok, Instagram, dan Facebook. Konten yang dibagikan sederhana dan konsisten, menampilkan aktivitas ngarit dan rumput yang siap jual. Ia bahkan menggunakan kecerdasan buatan untuk mendesain logo usahanya. Harga yang ditawarkan adalah Rp 25.000 per karung dengan pengantaran gratis untuk wilayah dekat.
Kisah Sukses dan Pesanan dari Berbagai Daerah
Tanggal 31 Oktober menandai pesanan online pertamanya yang berasal dari Sedayu, Bantul. Yang mengejutkan, rumput tersebut dibeli untuk pakan marmut. Setelah kontennya viral, Riyang memberanikan diri menjual rumputnya melalui marketplace. Tak disangka, pesanan pertama datang dari Tangerang. Rumput dikirim dengan kondisi tidak basah dan dikemas menggunakan karung yang dilapisi trash bag. Harga di marketplace ditetapkan Rp 30.000 per karung. Kesuksesan ini diikuti dengan minat dari daerah lain seperti Magetan, Wonosobo, dan Cilacap.
Komitmen Kualitas dan Rencana Ekspansi
Untuk memenuhi permintaan, Riyang melakukan ngarit dua kali sehari, pagi dan siang hingga sore, dengan rata-rata produksi enam karung per hari. Pelanggannya beragam, mulai dari yang mengambil sendiri setelah pulang kerja hingga peternak di tengah kota seperti Wirobrajan, Yogyakarta.
Antusiasme tinggi dari pasar membuat Riyang berencana untuk mengekspansi usaha dengan menyewa lahan lebih luas. Ia sangat menjaga kualitas rumput, memastikan yang dijual tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
Ke depannya, Riyang berencana membuat kemasan rumput ukuran lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan penghobi hewan kecil seperti marmut dan menekan biaya pengiriman. Ia bertekad untuk menekuni usaha ini secara serius dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, misalnya dengan mengajak tetangga untuk ikut ngarit jika pesanan sudah meningkat.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India