Pengalaman Langsung Peserta Susur Sungai Jakarta
Bagi banyak peserta seperti Fiqri Abdi, karyawan swasta berusia 24 tahun, pengalaman ini memberikan wawasan baru tentang kondisi aktual sungai Jakarta. "Kita biasanya hanya melihat sungai dari jalan. Dengan ikut susur sungai, saya bisa melihat langsung bagaimana kondisi sebenarnya dan tingkat pencemaran sampah yang terjadi," ujarnya.
Fiqri berharap kegiatan seperti ini dapat lebih banyak diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah maupun limbah rumah tangga langsung ke aliran air.
"Ini berbeda dengan workshop lingkungan biasa yang diadakan di dalam ruangan. Di sini kita benar-benar melihat kondisi nyata sehingga lebih realistis," tambahnya mengenai pengalaman edukasi sungai yang langsung dilakukan di lokasi.
Visi Masa Depan Transportasi Air di Jakarta
Ade Kocil, pendiri Yayasan Khatulistiwa Respon Tim, memiliki visi jangka panjang untuk menghidupkan kembali sungai sebagai sarana transportasi alternatif di Jakarta. "Kami berharap ke depan sungai dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat, termasuk diaktifkannya kembali transportasi air menggunakan perahu karet atau kapal kecil," jelas Ade.
Dalam bayangannya, sistem transportasi air dapat terintegrasi dengan stasiun kereta api seperti Manggarai dan Sudirman, serta moda transportasi modern seperti LRT dan MRT. Konektivitas ini berpotensi menciptakan solusi mobilitas yang efektif sekaligus mengurangi beban jalan raya.
Melalui kegiatan susur sungai Jakarta ini, Banjir Kanal Barat tidak lagi sekadar saluran air, tetapi menjadi ruang edukasi dan inspirasi yang mengajak kita semua untuk melihat Ibu Kota dari perspektif yang lebih dalam dan bermakna.
Artikel Terkait
Gempa 5,7 SR Guncang Perairan Papua, Warga Diimbau Tetap Siaga
Tere Liye Bongkar Hitungan Nyata Sumur Bor, Soroti Isu Dana Pribadi Pejabat
Banjir Banten Melanda Jalan hingga Makam, Ratusan Warga Dievakuasi
Pesta Miras dan Joget di Halaman Puskesmas Kolut Bikin Heboh