Said Didu Serukan Prabowo Perangi Oligarki Perampas Tanah Rakyat
Isu oligarki dan penguasaan tanah di Indonesia kembali mencuat. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyoroti praktik perampasan tanah milik rakyat dan negara yang diduga dilakukan oleh kelompok oligarki.
Melalui akun media sosialnya, Said Didu menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai modus operandi yang digunakan. Menurutnya, oligarki kerap bekerjasama dengan oknum pejabat setempat untuk mengakuisisi tanah dengan cara yang tidak semestinya.
"Modus lama sedang dimainkan oleh Oligarki: 'menyumbang/menyogok' penguasa dari hasil rampasan tanah Negara dan hasil rampokan tanah rakyat," tulis Didu dalam unggahannya.
Dalam pernyataannya yang tegas, Said Didu juga secara langsung meminta izin dan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berkomitmen untuk tetap berada di barisan depan memperjuangkan hak-hak rakyat.
"Bapak Presiden Prabowo yang terhormat, izinkan kami terus berada dalam barisan perjuangan mempertahankan tanah negara dan tanah rakyat dari perampasan dan perampokan oleh Oligarki," ungkapnya.
Unggahan viral ini langsung memantik reaksi beragam dari netizen. Banyak komentar yang menyoroti nama-naga grup properti besar dan skema penguasaan tanah yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Seorang netizen berkomentar, "Permainan mafia tanah. Nggak kaya mereka kalau nggak jadi maling." Komentar lainya menyindir, "Merah Putih, Nusantara, Gotongroyong, NKRI abiz itu apalagi tuh istilah yang sering dipake oligarki."
Keluhan publik ini menyoroti urgensi penegakan hukum dan reformasi agraria di Indonesia. Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk melindungi aset negara dan tanah rakyat dari praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, 55 Warga Mengungsi
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi