Kenangan manisnya ikut memanen cengkeh bersama sang ayah menjadi momen penting yang menumbuhkan kecintaannya pada tanaman. Dari situlah ia belajar menghargai pohon dan proses alam. “Di situlah saya belajar menghargai pohon. Sejak punya penghasilan sendiri, saya ingin seperti Engkong dan Babe, beli tanah sedikit-sedikit lalu menanaminya,” ujarnya.
Kegiatan bertani justru membawa kebahagiaan tersendiri bagi Narji. Hobi barunya ini didukung sepenuhnya oleh sang istri, Widiyanti, yang juga memiliki latar belakang kehidupan pedesaan. “Ini adalah hobi yang membuat saya dan istri happy. Istri saya juga besar di daerah dan terbiasa melihat sawah setiap hari,” jelasnya.
Bagi Narji, melanjutkan tradisi keluarga adalah sebuah kebanggaan dan tantangan. “Masa saya tidak bisa seperti kakek saya? Kakek saya tidak sekolah tinggi, hanya lulusan SR, tapi beliau bisa berjuang untuk keluarganya. Masa saya kalah?” tutupnya dengan penuh semangat.
Artikel Terkait
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade, Tekankan Pentingnya Jaga Kemurnian
Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Modus Pemerasan Kembali Mencuat