Pandji Pragiwaksono: Dari Panggung Stand-Up Hingga Perjalanan Spiritual

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:20 WIB
Pandji Pragiwaksono: Dari Panggung Stand-Up Hingga Perjalanan Spiritual

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo: Sebuah Potret

✍🏻 Ustadz Muhammad Abduh Negara

Kalau mau disebutkan kelebihannya, Pandji punya beberapa. Dia jago bicara di depan umum, lucu, dan piawai membangun citra diri. Tak cuma itu, dia juga peka terhadap isu sosial-politik. Dan yang paling menonjol: dia BERANI.

Ahli politik? Bukan. Dia sendiri pasti akan menolak label itu mentah-mentah. Sammy Notaslimboy, komika yang juga serius mengamati politik, bahkan kerap meledek isi materi standup politik Pandji yang dianggapnya 'itu-itu saja'. Namun begitu, kepekaan dan keberaniannya untuk bersuara ditambah kemampuannya menyampaikannya itulah yang jadi nilai plus.

Di sisi lain, ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian banyak orang: sifatnya yang open minded. Bukan yang sok terbuka tapi sebenarnya kukuh dalam gelembung pemikirannya sendiri. Pandji terlihat sungguh-sungguh mau mendengar, meski dari sumber yang mungkin tak sejalan.

Dulu, pandangannya terhadap kelompok Islam tertentu bisa dibilang sangat negatif. Hal itu wajar, terbentuk oleh pemberitaan media, lingkaran pertemanannya, dan harus diakui perilaku sebagian oknum yang kurang tepat. Semuanya berkontribusi membentuk persepsi awalnya.

Perlahan, persepsi itu berubah. Pemicunya adalah kedekatan 'tak terencana' saat dia bersama mereka mendukung Anies di Pilkada Jakarta dulu. Dari situ, dia mulai melihat bahwa narasi hitam-putih 'orang baik versus orang jahat' yang selama ini diyakininya ternyata terlalu sederhana. Dunia ini ternyata lebih berwarna.

Lalu, apakah Pandji muslim yang baik? Hmm, saya rasa belum. Dari sisi pemikiran, kerangka Islami masih jauh darinya. Dari sisi perilaku, silakan simak sendiri pengakuannya di berbagai video YouTube. Jadi, bagi yang sudah mendalami agama, tak perlu mengidolakannya secara berlebihan seperti kekaguman pada Ferry Irwandi yang saya singgung sebelumnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar