Rincian Uang yang Terbakar
Total uang tunai yang diangkut dalam mobil tersebut awalnya berjumlah Rp5,2 miliar. Rinciannya adalah Rp3,4 miliar dalam pecahan uang kertas Rp100.000 dan Rp1,8 miliar dalam pecahan Rp50.000. Sebelum insiden kebakaran terjadi, tim telah menggunakan sekitar Rp1 miliar untuk mengisi dua mesin ATM lainnya, yaitu satu di depan Kantor Bupati Polman senilai Rp400 juta dan satu lagi di Amazon Wonomulyo senilai Rp600 juta.
Dengan demikian, sisa uang yang masih berada dalam mobil dan ikut terbakar diperkirakan mencapai angka Rp4,6 miliar.
Pemadaman Api dan Penyebab Kebakaran
Untuk mengatasi kebakaran, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Kecamatan Tinambung dan Campalagian. Berkat upaya petugas, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.50 WITA. Untungnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, menyampaikan bahwa timnya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan mendalam.
"Ada beberapa dugaan sementara yang kami selidiki, seperti kemungkinan adanya kebocoran pada sistem bahan bakar kendaraan atau masalah korsleting listrik. Namun, kesimpulan pasti menunggu hasil pemeriksaan yang komprehensif," jelas Budi.
Insiden kebakaran mobil boks pengangkut uang ini menjadi perhatian serius dan menimbulkan pertanyaan mengenai protokol keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan uang tunai dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16