Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata Nuklir Akibat Rencana Uji Coba AS

- Minggu, 09 November 2025 | 07:30 WIB
Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata Nuklir Akibat Rencana Uji Coba AS
Rusia Serius Tanggapi Rencana Uji Coba Nuklir AS, Peringatkan Perlombaan Senjata

Rusia Peringatkan Bahaya Rencana Uji Coba Nuklir Amerika Serikat

NEW YORK - Rusia memberikan respons serius terhadap rencana Amerika Serikat yang akan melakukan uji coba nuklir. Peringatan keras disampaikan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasilly Nebenzia, yang menyebut langkah ini berisiko memicu perlombaan senjata baru.

Nebenzia menegaskan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai uji coba nuklir telah menimbulkan kegemparan di tingkat global. Banyak pihak, termasuk di dalam AS sendiri, memahami betapa besarnya risiko dari keputusan ini.

Rusia Khawatirkan Dimulainya Kembali Uji Coba Nuklir

Dubes Rusia itu menyatakan kekhawatiran terbesarnya adalah kemungkinan dimulainya kembali era uji coba nuklir, yang telah dihentikan sejak awal tahun 1990-an. Hal ini, menurutnya, dapat memicu eskalasi ketegangan dan perlombaan senjata dengan konsekuensi yang tidak terduga.

Moskow berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dengan cermat. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan telah menggelar pertemuan khusus Dewan Keamanan untuk membahas ancaman potensial ini.

Pernyataan Trump Dianggap Serius oleh Moskow

Nebenzia mengungkapkan bahwa pernyataan Trump harus dianggap sangat serius. Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas pengujian rudal jelajah baru dan senjata bawah air berkekuatan nuklir yang dilakukan oleh Rusia.

Trump sebelumnya mengaku telah memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk mempersiapkan kelanjutan uji coba nuklir. Alasannya, karena negara-negara lain juga melakukan hal yang serupa, sehingga dia menganggap "wajar" jika AS ikut serta.

Rusia menegaskan bahwa mereka harus bersiap menghadapi segala kemungkinan perkembangan dari situasi yang memanas ini, termasuk dampak serius dari kebijakan nuklir AS yang baru.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar