Rusia Peringatkan Bahaya Rencana Uji Coba Nuklir Amerika Serikat
NEW YORK - Rusia memberikan respons serius terhadap rencana Amerika Serikat yang akan melakukan uji coba nuklir. Peringatan keras disampaikan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasilly Nebenzia, yang menyebut langkah ini berisiko memicu perlombaan senjata baru.
Nebenzia menegaskan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai uji coba nuklir telah menimbulkan kegemparan di tingkat global. Banyak pihak, termasuk di dalam AS sendiri, memahami betapa besarnya risiko dari keputusan ini.
Rusia Khawatirkan Dimulainya Kembali Uji Coba Nuklir
Dubes Rusia itu menyatakan kekhawatiran terbesarnya adalah kemungkinan dimulainya kembali era uji coba nuklir, yang telah dihentikan sejak awal tahun 1990-an. Hal ini, menurutnya, dapat memicu eskalasi ketegangan dan perlombaan senjata dengan konsekuensi yang tidak terduga.
Moskow berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dengan cermat. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan telah menggelar pertemuan khusus Dewan Keamanan untuk membahas ancaman potensial ini.
Pernyataan Trump Dianggap Serius oleh Moskow
Nebenzia mengungkapkan bahwa pernyataan Trump harus dianggap sangat serius. Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas pengujian rudal jelajah baru dan senjata bawah air berkekuatan nuklir yang dilakukan oleh Rusia.
Trump sebelumnya mengaku telah memerintahkan Departemen Pertahanan AS untuk mempersiapkan kelanjutan uji coba nuklir. Alasannya, karena negara-negara lain juga melakukan hal yang serupa, sehingga dia menganggap "wajar" jika AS ikut serta.
Rusia menegaskan bahwa mereka harus bersiap menghadapi segala kemungkinan perkembangan dari situasi yang memanas ini, termasuk dampak serius dari kebijakan nuklir AS yang baru.
Artikel Terkait
Pengamat Timur Tengah Ragukan Ambisi Perdamaian Trump, Sebut Hanya Ingin Jadi Pemimpin Acara
Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Kediamannya, Libya Berduka dan Bergejolak
Malam Kelam di Zintan: Saif al-Islam Gaddafi Tewas dalam Serangan Mendadak
Dokumen Bocor Ungkap Upaya Epstein Dekati Putin Lewat Jaringan Tingkat Tinggi