Gelombang tsunami menghantam pantai barat Jepang di wilayah Ishikawa tak lama setelah terjadi gempa. Otoritas Jepang melakukan evakuasi darurat setelah mengeluarkan bahaya tsunami.
Puluhan ribu warga Jepang dievakuasi ke tempat lebih tinggi setelah peringatan tsuami disampaikan menyusul setelah gempa besar di Ishikawa.
Otoritas Jepang mengumumkan ada enam warganya tewas akibat reruntuhan bangunan rumah. Ribuan lainnya luka, sebagian luka ringan saat berusaha mengungsi menghindari tsunami.
Jepang mengumumkan kondisi darurat akibat gempa dan tsunami. Peringatan akan gempa dan tsunami, sampai Selasa 2 Januari 2024, belum dicabut karena masih berpotensi terjadi.
Kemlu RI menjelaskan, ada 1.315 WNI yang tinggal di sejumlah kota di Ishikawa. Sejauh ini belum diperoleh kepastian mengenai kondisi pasca gempa dan hantaman tsunami.
"Kita terus membangun kontak. Kami menghimbau seluruh WNI yang ada di Ishikawa dan Jepang, selalu mengikuti perintah pemerintah disana," tutur Kemlu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: cirebonraya.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April