Diketahui, Houthi telah beberapa kali meluncurkan rudal dan drone kamikaze menuju arah kapal dagang milik NATO melalui Laut Merah dan Selat Bab El-Mandeb.
Melalui dua kawasan tersebut pula, sekira 30 persen kapal kontainer dan sekitar sepuluh persen kapal tanker minyak dunia melintas dalam rangka memenuhi agenda perdagangan global mereka.
Karena pentingnya pengamanan kapal dagang milik NATO, Amerika Serikat kemudian membentuk Pasukan Maritim Multinasional bersama negara-negara sekutunya.
Kapal dagang Amerika Serikat di Laut Merah. (Tangkap Layar YouTube.com/WION)
Akhir tahun lalu tepat Minggu, 31 Desember 2023, tiga kapal milik pasukan Houthi berhasil dihancurkan oleh helikopter Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) saat beraksi di Laut Merah.
Dilansir murianetwork.com dari sebuah artikel yang dimuat laman Defence Security Asia pada Senin, 1 Januari 2024, Houthi mencoba untuk menyerang sebuah kapal kontainer yang disinyalir milik NATO di kawasan tersebut.
Atas kejadian tersebut, Houthi mengonfirmasi bahwa sepuluh anggotanya telah dinyatakan tewas.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April