“Saya mulai menjual daging kucing karena tidak ada yang menyajikannya di restoran ini,” jelas pria berusia 37 tahun itu.
“Saya sangat ingin meninggalkan bisnis daging kucing yang kejam ini dan memulai bisnis lain secepatnya. Ketika saya memikirkan ribuan kucing yang telah saya sembelih dan dimasak di sini selama bertahun-tahun, itu membuat saya sedih,” lanjut Pham.
Baca Juga: Dulu Ngebet Ingin Punya Anak Perempuan, Kini Sahrul Gunawan dan Dine Mutiara Pasrah
Menurutnya, pencurian dan penjualan kucing di Vietnam sangat sering terjadi. Kebanyakan kucing yang diolah menjadi makanan adalah kucing liar dan kucing peliharaan curian.
Diakui Pham, selama restorannya beroperasi, ia mampu menyembelih 300 ekor kucing dalam sebulan, yang dagingnya kemudian ia masak sebagai sup di restorannya.
Setelah menghubungi organisasi hak-hak hewan Humane Society International (HSI), Pham mendapat bantuan untuk mendirikan toko kelontong dan menutup restorannya.
Akhirnya, pada tanggal 6 Desember, ia secara simbolis merobohkan spanduk di depan restorannya dan memulai bisnis baru.
Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M3,4 Dirasakan di Sumedang Jawa Barat, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: alonesia.com
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran