Kupang – Jelang arus mudik Lebaran 2026, tim Ombudsman RI NTT turun ke Terminal Tipe A Bimoku di Kota Kupang. Hasil pantauannya? Ada sejumlah fasilitas pelayanan publik yang masih bermasalah.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Philipus Max Jemadu. Tujuannya sederhana: memastikan kesiapan layanan transportasi untuk para pemudik.
Secara umum, sih, persiapan manajemen terminal dinilai sudah cukup baik. Tapi Philipus bilang, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.
“Kami apresiasi persiapan yang sudah dilakukan,” ujar Philipus, Senin (16/3/2026).
“Kesiapan pelayanan umumnya oke. Tapi ya, tetap ada catatan yang harus dimaksimalkan.”
Terminal Bimoku ini kan penting. Dia jadi simpul untuk perjalanan antar kota dalam provinsi, bahkan sampai layanan lintas batas negara.
Nah, masalahnya muncul di fasilitas pendukung. Ruang tunggu penumpang, kata Ombudsman, masih minim. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan, toilet, dan ruang laktasi. Layanan prioritas untuk kelompok rentan serta ketersediaan informasi juga dinilai kurang.
Belum lagi soal keselamatan. Papan petunjuk jalur evakuasi di beberapa titik strategis ternyata masih perlu ditambah.
Yang cukup mengkhawatirkan, fasilitas kesehatan di terminal saat dipantau malah terkunci. Petugasnya tidak ada di tempat. Bayangkan kalau ada keadaan darurat yang butuh pertolongan medis cepat. Risikonya jelas besar.
Artikel Terkait
ASDP Terapkan Pola Khusus dan Tambah Armada untuk Atasi Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk
Trump Ancam Masa Depan NATO Jika Sekutu Eropa Tak Bantu Buka Selat Hormuz
Jalan Lingkar Selatan Tuban Rusak Parah, Ancam Arus Mudik Lebaran
Anggota DPR Apresiasi Usulan WFH PNS untuk Efisiensi BBM, Minta Desain Jelas