Rentetan serangan udara Israel di Gaza pada Kamis (8/1) menewaskan sedikitnya 13 orang. Korban jiwa itu termasuk lima anak-anak. Sungguh ironis, serangan ini justru terjadi di tengah masa gencatan senjata yang seharusnya menghentikan pertempuran.
Menurut keterangan badan pertahanan sipil Gaza, situasinya benar-benar mencekam. Empat orang, tiga di antaranya anak-anak, meregang nyawa setelah sebuah drone menghantam tenda pengungsian di selatan Gaza. Tenda itu menjadi tempat mereka berteduh.
“Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,”
Demikian penjelasan Mahmud Bassal, juru bicara badan tersebut, kepada AFP.
Kekerasan ternyata tidak hanya berpusat di satu lokasi. Di utara, seorang anak perempuan berusia 11 tahun tewas di dekat kamp Jabalia. Lalu, serangan terhadap sebuah sekolah juga memakan korban jiwa. Sementara di Khan Younis, seorang pria tewas oleh serangan drone lainnya. Dua warga Gaza lagi, termasuk seorang anak, menjadi korban dalam insiden terpisah.
Artikel Terkait
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah