Gencatan Senjata Gaza Retak, 13 Warga Tewas dalam Serangan Udara

- Jumat, 09 Januari 2026 | 14:15 WIB
Gencatan Senjata Gaza Retak, 13 Warga Tewas dalam Serangan Udara

Rentetan serangan udara Israel di Gaza pada Kamis (8/1) menewaskan sedikitnya 13 orang. Korban jiwa itu termasuk lima anak-anak. Sungguh ironis, serangan ini justru terjadi di tengah masa gencatan senjata yang seharusnya menghentikan pertempuran.

Menurut keterangan badan pertahanan sipil Gaza, situasinya benar-benar mencekam. Empat orang, tiga di antaranya anak-anak, meregang nyawa setelah sebuah drone menghantam tenda pengungsian di selatan Gaza. Tenda itu menjadi tempat mereka berteduh.

“Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,”

Demikian penjelasan Mahmud Bassal, juru bicara badan tersebut, kepada AFP.

Kekerasan ternyata tidak hanya berpusat di satu lokasi. Di utara, seorang anak perempuan berusia 11 tahun tewas di dekat kamp Jabalia. Lalu, serangan terhadap sebuah sekolah juga memakan korban jiwa. Sementara di Khan Younis, seorang pria tewas oleh serangan drone lainnya. Dua warga Gaza lagi, termasuk seorang anak, menjadi korban dalam insiden terpisah.

Bassal menambahkan, pada Kamis malam, situasi kembali memanas. Empat orang tewas setelah serangan udara menghantam sebuah rumah di daerah timur Kota Gaza. Upaya penyelamatan untuk mencari orang-orang yang hilang pun langsung digelar.

Di sisi lain, militer Israel memberikan pernyataan yang berbeda. Mereka mengaku sedang memeriksa laporan-laporan dari Gaza tersebut.

Sebelumnya, militer Israel menyebut bahwa sebuah proyektil diluncurkan dari wilayah Kota Gaza menuju Israel. Proyektil itu, kata mereka, jatuh di dalam Jalur Gaza.

“Tak lama kemudian, (militer) tepat menggempur titik peluncuran,”

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Situasi di lapangan tetap suram, meninggalkan duka dan tanya: sampai kapan gencatan senjata ini benar-benar ditegakkan?

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar