Peluncuran rudal tersebut ditengarai merupakan aksi "balas dendam" terhadap tekanan dan kekalahan yang mereka alami menjelang akhir tahun 2023.
Pada pekan lalu, Rusia harus menderita kerugian karena beberapa unit Su-34 aktif mereka jatuh di Ukraina.
Sebelum aksi peluncuran KH 101 dilakukan, kabar mengenai rencana tersebut sudah beredar sejak tahun 2022 lalu.
KH 101 juga kerap disebut sebagai Izdeliye 504AP yang merupakan sandi atau kode khusus penyebutan rudal tersebut.
Baca Juga: Pakar Jepang Minta Negaranya Waspadai Senjata Rahasia Indonesia
Menurut keterangan dari seorang analis militer, tindakan Rusia meluncurkan rudal jelajah KH 101 ditafsirkan sebagai respon terhadap proliferasi sistem pertahanan udara di Ukraina yang dirancang oleh negara-negara anggota NATO.
NATO merancang sistem tersebut sedemikian rupa demi melindungi Ukraina dari ganasnya manuver Rusia sepanjang meletusnya konflik di Eropa Timur.
Bahkan menurut laporan Eurasian Times dalam sebuah artikel yang dimuat pada Sabtu, 30 Desember 2023, Negeri Tirai Besi itu telah mencatatkan rekor penerimaan pasokan alutsista sebanyak lebih dari 30.000 unit sepanjang tahun ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April