Penyelidik pihak ketiga yang dipimpin oleh TUV Rheinland Jepang, pada hari Rabu, 20 Desember 2023 mengatakan bahwa penyimpangan tersebut terjadi sejak tahun 1989, dan mulai meningkat tahun 2014.
Dilansir MalangNetwork.com dari akun resmi daihatsu.com, dalam investigasi tersebut juga ditemukan bahwa ada 174 kasus baru dari 25 item pengujian.
Lebih rinci lagi, ditemukan ketidaksesuaian data pada 64 model dan 3 jenis mesin, bahkan pada model yang sudah diskontinu.
Model tersebut mencakup kendaraan merek Daihatsu dan model yang dipasok sebagai model OEM ke Toyota Motor Corporation (Toyota), Mazda Motor Corporation (Mazda), dan Subaru Corporation.
Dari hasil investigasi ditemukan pemalsuan data uji tabrak depan, manipulasi pengujian airbag, dan manipulasi data terkait tekanan angin pada ban juga speedometer.
“Kami meminta maaf kepada para pelanggan dan kepada para stakeholder karena telah menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran serta mengkhianati kepercayaan mereka,” tulis akun resmi Daihatsu di laman web resminya.
Buntut dari skandal ini, Daihatsu dilaporkan telah menutup sementara keempat pabriknya di Jepang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: malang.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang