Tentara Israel tidak mengizinkan ambulans untuk segera menjangkau korban luka.
Baca Juga: Perjalanan Dahlena Memulai Usaha Ampiang Ikan, Makin Eksis Setelah Jadi Mitra Binaan PT Timah Tbk
Hal serupa juga terjadi di Nur Shams, kata para saksi dan dokter; penundaan selama dua jam yang menyebabkan keenam pria tersebut mengalami pendarahan.
Pada saat mereka dibawa ke rumah sakit al-Aqqad, sudah terlambat untuk menyelamatkan mereka.
Keenam orang tersebut bergabung dengan daftar warga Palestina yang terbunuh di Tepi Barat oleh tentara Israel dan pemukim ilegal sejak tanggal 7 Oktober.
Baca Juga: Yuspian Dilantik Sebagai Penjabat Bupati Belitung, Ini Pengalaman Birokrasinya
Sejak itu, serangan bom dan artileri Israel telah menewaskan lebih dari 21.000 orang di Gaza.
Sementara, tentara dan pemukim Israel telah membunuh lebih dari 300 orang di Tepi Barat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: wowbabel.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang