Israeli Society for Infectious Diseases telah menanggapi penyebaran jamur tersebut dan akan mengadakan pertemuan mendesak bersama dengan para ahli epidemiologi dari pasukan Israel dan dari Kementerian Kesehatan terkait penyebaran penyakit yang telah menginfeksi pasukan Israel selama invansi di Gaza.
Baca Juga: Israel Klain 5 Sandera Ditemukan Tewas Dalam Terowongan di Jalur Gaza
Sebelumnya beberapa Badan Kesehatan dan Lingkungan Hidup Internasional telah memperingatkan pasukan Israel bahwa agresi militer di Gaza akan menyebabkan krisis Kesehatan dan juga bencana lingkungan akibat masalah limbah di Palestina.
Sampai saat ini pemerintah Gaza juga telah memperingatkan soal resiko tersebut usai wilayah Gaza yang kini dibanjirioleh air limbah pada 4 Desember 2023 lalu. Hal tersebut diakibatkan karena stasiun pompa mengalami kehabisan bahan bakar di tengah keadaan Israel yang memblokade Gaza.
Melalui Juru Bicara Pemerintah Gaza, Hassani Mahna, telah memperingatkan tentang penyebaran infeksi jamur tersebut jika banyak jalan-jalan di Gaza tergenang banjir air limbah yang akan menyebabkan semakin memburuknya situasi keamanan di Gaza.
Baca Juga: Pemerintah Pecah Setelah Tentara Memberontak di Israel, Ada Apa?
Lebih dari dua bulan agresi milite yang dilakukan pasukan Israel di Gaza, nyaris menelan korban sebanyak 21 ribu orang meninggal dunia dan sebanyak 54.500 orang mengalami luka-luka termasuk Sebagian dari korban tersebut adalah anak-anak dan perempuan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pilihanindonesia.com
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya