murianetwork.com - Tiga perempuan lanjut usia dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik di sebuah pemandian umum di pusat kota Sejong, Korea Selatan pada hari Minggu (24/12). Kepolisian setempat menyebut, ketiga perempuan yang nahas itu berusia sekitar 70 tahun.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 5.37 pagi waktu setempat. Ketiga korban lanjut usia itu sedang berada di dalam bak mandi air panas di pemandian di distrik Jochiwon, Sejong.
Seorang saksi mata mengatakan kepada polisi bahwa ketiganya menjerit dan tidak lama kemudian pingsan. Saksi mata tersebut dengan sigap langsung menelepon nomor darurat Korea Selatan, 119 untuk meminta bantuan.
Dikutip dari Korea Herald, Senin (25/12), ketika petugas penyelamat tiba, ketiganya mengalami serangan jantung dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Tetapi dua di antaranya meninggal tidak lama kemudian, dan satu lagi dinyatakan meninggal dunia beberapa jam kemudian.
Beberapa orang lagi berada di kamar mandi wanita pada saat itu, namun hanya mereka yang berada di bak mandi air panas terkena dampak dari sengatan listrik tersebut.
"Listrik tampaknya telah mengalir ke dalam bak mandi air panas. Kami sedang melakukan pemeriksaan lokasi untuk menentukan penyebab dari korsleting," kata seorang petugas polisi.
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:20 WIB
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:20 WIB
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:15 WIB
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:10 WIB
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:00 WIB
Polisi mengatakan bahwa pemandian tersebut telah lulus pemeriksaan keamanan listrik, yang dilakukan pada bulan Juni 2023.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Iran Tuding AS-Israel Ciptakan Perpecahan, Negara Teluk Kutuk Serangan Rudal ke Kuwait
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Lokasi Rahasia, Hambat Negosiasi dengan AS
Iran Pancarkan Sinyal Diplomasi dan Perlawanan di Tengah Negosiasi dengan AS
Arab Saudi dan Kuwait Tutup Akses Pangkalan, Operasi Militer AS di Selat Hormuz Terhenti