Indonesia setuju untuk menanggung sekitar 1,3 triliun Won atau sekitar 20 persen dari total biaya pengembangan KF-21 Boramae.
Namun sampai saat ini Indonesia baru membayar 278,3 miliar Won, artinya masih menyisakan 991,1 miliar dan itu sudah jatuh tempo.
Kabar terakhir yang Indonesia sampaikan kepada Korea Selatan terkait proyek ini adalah pada Oktober tahun lalu.
Baca Juga: Tidak Terganggu Karena Keterlambatan Indonesia, Proyek KF-21 Boramae Dikebut Korea Selatan di 2024
Pada bulan itu, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) berkomitmen untuk meneruskan kemitraan tersebut.
“Kemhan RI menyatakan tetap komitmen untuk melanjutkan kerja sama mengembangkan KF-21 Boramae bersama Korea Selatan.
Karena ini adalah kerja sama antar negara dan program prioritas nasional”, ucap Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Marsekal Pertama TNI Dedy Laksmono, dikutip Antara pada 27 Oktober 2023.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran