Faktanya kita berbicara tentang 20.000 orang terbunuh, sebagian besar anak-anak dan wanita.
Dan lebih dari 52.000 (dan terus bertambah) menderita luka-luka yang mengancam jiwa dan mengubah hidup mereka.
Ditambahkannya, dalam waktu hampir 3 bulan adalah hal yang mengerikan, dan, yang terpenting, sebuah parodi bagi kemanusiaan.
Dirjen WHO itu berkata, “Kengerian yang tidak ada habisnya bagi mereka yang terjebak dalam apa yang telah menjadi neraka di bumi.”
Dalam pernyataannya, Ghebreyesus mencantumkan poin-poin untuk menyimpulkan situasi saat ini.
“Kami sedang menyaksikan,” katanya, sebagai berikut:
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: hallo.id
Artikel Terkait
Dewan Keamanan Membara: AS dan Iran Bertikai di PBB Sementara Armada Kapal Induk Bergerak
Foto Satelit AS Picu Guyonan Warganet Malaysia: Kami Cuma Punya Minyak Goreng, Bukan Minyak Bumi
India Desak Ribuan Warganya di Iran Segera Pulang, Situasi Makin Mencekam
Negara Teluk Desak AS Batalkan Serangan ke Iran, Khawatirkan Ledakan Harga Minyak Global