Padahal di sisi lain, Ukraina banyak dibantu oleh Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya dari segi suplai alutsista.
Ketakutan Ukraina semakin terbukti ketika sebuah video viral menunjukkan bahwa Lancet mampu memporakporandakan sistem roket RM-70 dan Dana howitzer 152 mm buatan Republik Ceko yang digunakan oleh mereka.
Ketika drone tersebut nyaris mendekati target, tampak kemampuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menyerang target tersebut dapat dilakukan secara mandiri.
Apabila temuan dalam video viral tersebut terbukti benar, hal ini dapat meningkatkan ketangguhan bagi pasukan militer Rusia dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
Usut punya usut, drone kamikaze Lancet milik Rusia ini dapat melakukan hal tersebut setelah dilengkapi dengan AI.
Adanya teknologi AI pada drone tersebut mampu beraksi tanpa banyak mengandalkan campur tangan manusia.
Dengan kata lain, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) hanya diperlukan untuk memprogram agar drone dapat bekerja sesuai dengan game plan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang