Padahal di sisi lain, Ukraina banyak dibantu oleh Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya dari segi suplai alutsista.
Ketakutan Ukraina semakin terbukti ketika sebuah video viral menunjukkan bahwa Lancet mampu memporakporandakan sistem roket RM-70 dan Dana howitzer 152 mm buatan Republik Ceko yang digunakan oleh mereka.
Ketika drone tersebut nyaris mendekati target, tampak kemampuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menyerang target tersebut dapat dilakukan secara mandiri.
Apabila temuan dalam video viral tersebut terbukti benar, hal ini dapat meningkatkan ketangguhan bagi pasukan militer Rusia dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
Usut punya usut, drone kamikaze Lancet milik Rusia ini dapat melakukan hal tersebut setelah dilengkapi dengan AI.
Adanya teknologi AI pada drone tersebut mampu beraksi tanpa banyak mengandalkan campur tangan manusia.
Dengan kata lain, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) hanya diperlukan untuk memprogram agar drone dapat bekerja sesuai dengan game plan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran
Trump Naikkan Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer