Di pinggiran kota Teheran, ribuan liang lahan telah digali. Bukan untuk warga sipil, melainkan menurut klaim dipersiapkan khusus untuk tentara Amerika yang mungkin tewas. Laporan ini datang dari kantor berita Iran, Mehr, yang mengutip pernyataan organisasi pemakaman "Behesht Zahra". Langkah yang disebut-sebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Memang, organisasi itu punya tugas rutin mengelola pemakaman terbesar di ibu kota. Tapi pengumuman penyiapan kuburan massal untuk pasukan asing? Itu hal baru. Mereka bilang ini bagian dari persiapan proaktif, menanggapi ketegangan regional dan apa yang mereka sebut "petualangan" Amerika Serikat di kawasan itu.
Namun begitu, tidak ada penjelasan resmi yang rinci. Kapan persisnya ini akan dilaksanakan, atau skenario seperti apa yang dimaksud, tetap samar. Yang jelas, sumber-sumber menyebut jumlah kuburannya mencapai beberapa ribu. Sebuah pesan yang terang benderang tentang kesiapan menghadapi eskalasi.
Di sisi lain, laporan dari lapangan mengindikasikan aliran dukungan militer untuk Iran. Koresponden Aljazeera di Teheran, Nuruddin al-Daghir, melaporkan pengiriman senjata dari Rusia dan China telah tiba sejak peristiwa yang disebut "Perang 12 Hari" pada Juni lalu.
Isinya berbagai perlengkapan militer, katanya, untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan Iran. Peran China disebut hampir pasti vital dalam memperkuat kemampuan rudal. Sementara Rusia dikabarkan memasok proyektil berbagai jenis.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan