Netanyahu, dalam sebuah pernyataan baru, mengatakan dia menekankan dalam percakapannya hari Jumat dengan Presiden AS Joe Biden bahwa dia menolak tuntutan Hamas untuk melakukan gencatan senjata.
Juga penarikan pasukan Israel dan pembebasan warga Palestina yang ditahan oleh Israel dengan imbalan sandera yang tersisa.
Dia mengatakan bahwa persetujuan berarti serangan Hamas yang menghancurkan lainnya “hanya masalah waktu saja.”
Netanyahu juga menolak seruan AS, sekutu terdekatnya, mengenai rencana pascaperang yang mencakup jalan menuju negara Palestina.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut penolakan terhadap solusi dua negara tidak dapat diterima.
“Timur Tengah adalah tempat yang mudah terbakar. Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk mencegah konflik meluas di kawasan ini,” tambah Guterres.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu