Dinar Candy Buka Suara Soal Kolaborasi dengan Lisa Mariana: Untuk Luar Kota Perlu Pertimbangan Biaya

- Rabu, 19 November 2025 | 21:10 WIB
Dinar Candy Buka Suara Soal Kolaborasi dengan Lisa Mariana: Untuk Luar Kota Perlu Pertimbangan Biaya
Dinamika Kerja Sama Dinar Candy dan Lisa Mariana di Dunia Hiburan

Kolaborasi Panggung Dinar Candy dan Lisa Mariana: Antara Kebersamaan dan Pertimbangan Bisnis

Duet panggung Dinar Candy dan Lisa Mariana terus menjadi perbincangan publik, menciptakan dinamika menarik dalam dunia hiburan tanah air.

Popularitas Lisa Mariana mengalami peningkatan signifikan setelah kerap tampil mendampingi Dinar Candy di berbagai acara kelab malam. Fenomena ini menarik perhatian promotor yang kini mulai mempertimbangkan untuk mengundang keduanya secara bersamaan.

"Untuk pertunjukan di Jakarta, tidak masalah mengajak Lisa. Namun untuk luar kota, perlu pertimbangan matang karena terkait biaya akomodasi yang harus ditanggung penyelenggara," ungkap Dinar Candy dalam wawancara eksklusif di Trans TV, Rabu (19/11).

Dinar menegaskan bahwa kolaborasi ini murni didasari keinginan untuk menciptakan atmosfer hiburan yang lebih hidup. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan berbagai spekulasi yang beredar mengenai kerja sama mereka.

"Saya tidak memikirkan hal-hal negatif. Ini momen seru yang sedang kita nikmati. Publik pun memahami bahwa fenomena viral biasanya bersifat sementara," jelas Dinar dengan santai.

Masa Depan Kolaborasi: Tantangan dan Peluang

Ketika ditanya tentang kemungkinan duet musik di masa depan, Dinar mengaku masih mempertimbangkan berbagai aspek. Penempatan peran yang tepat untuk Lisa Mariana menjadi salah satu pertimbangan utama.

"Saya masih memikirkan kontribusi seperti apa yang bisa diberikan Lisa. Apakah bernyanyi atau sekadar menari? Bahkan untuk posisi MC pun dia masih perlu belajar memahami durasi dan ritme acara," papar Dinar.

Respons Terhadap Kontroversi Uang Saweran

Merespons video viral Lisa Mariana yang mengambil uang saweran selama pertunjukan, Dinar Candy menunjukkan sikap legawa. Pengalaman panjangnya di dunia hiburan membuatnya tidak lagi menganggap uang saweran sebagai prioritas.

"Sejak 2017, saya sudah berkecukupan dari hasil saweran. Sekarang, saya lebih melihatnya sebagai rezeki yang patut dibagi dengan orang-orang di sekitar, seperti petugas parkir atau penjaga toilet yang penghasilannya terbatas," tutur Dinar.

Pendekatan Dinar yang lebih berorientasi pada berbagi ini menunjukkan kematangan dalam menyikapi dinamika dunia hiburan, sekaligus mencerminkan filosofi hidupnya yang berkembang seiring pengalaman.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar