Namun seiring semakin menyusutnya tempat aman untuk evakuasi, kemarahan internasional kepada Israel meningkat atas meningkatnya jumlah korban jiwa.
Sementara itu, pihak Hamas melaporkan setidaknya 20.000 orang telah terbunuh di wilayah Palestina.
8.000 anak-anak dan 6.200 perempuan termasuk di antara korban tewas, sejak perang dengan Israel dimulai, ungkap juru bicara Hamas Rabu 20 Desember 2023.
Mengutip Arab News, Israel memerintahkan lebih banyak evakuasi dari Gaza sebagai upaya gencatan senjata.
Israel memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan bagian utara wilayah Palestina yang terkepung pada awal konflik, dan mendesak mereka untuk mencari tempat aman di wilayah selatan.
Kepala bantuan PBB Martin Griffiths menganggapnya sebagai tonggak sejarah yang tragis dan memalukan.
Di Kota Rafah di bagian selatan, di mana bola api dan asap mengepul setelah ledakan pada Hari Rabu, warga menyatakan harapan bahwa perundingan gencatan senjata akan berhasil.
“Saya menginginkan gencatan senjata sepenuhnya, dan mengakhiri rangkaian kematian dan penderitaan. Sudah lebih dari 75 hari,” kata Kassem Shurrab.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: obortimur.com
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran