Berbagai media memberitakan serangan itu terjadi di area pegunungan provinsi Balochistan, Pakistan.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengecam keras tindakan mematikan tersebut.
“Pakistan mengutuk keras pelanggaran wilayah udaranya oleh Iran yang mengakibatkan kematian dua anak tak berdosa dan melukai tiga anak perempuan,” ucap pernyataan itu.
“Pelanggaran berat terhadap kedaulatan Pakistan sama sekali tidak dapat diterima dan akan menimbulkan konsekuensi serius.”
Mereka menambahkan: “Pakistan selalu menyatakan bahwa terorisme adalah ancaman bersama bagi semua negara serta memerlukan tindakan terkoordinasi."
Baca Juga: Jurnalis Rusia yang Berjanji Membocorkan Kasus Korupsi Raksasa Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan
"Tindakan sepihak seperti itu tidak sejalan dengan hubungan bertetangga yang damai serta bisa merusak hubungan bilateral.”
Dua pejabat Pakistan menginformasikan bahwa serangan itu merusak sebuah masjid di distrik Panjgur, Balochistan, 50 kilometer dari wilayah perbatasan.
Para pejabat tersebut berbicara dengan identitas anonim karena mereka dilarang diwawancarai wartawan.
Balochistan telah menghadapi pemberontakan yang dilakukan milisi separatis Baloch selama dua dekade terakhir.
Milisi separatis Baloch awalnya meminta bagian dari sumber daya milik provinsi, namun kemudian berubah menjadi pemberontakan untuk meraih kemerdekaan dari Pakistan.
Iran telah lama mencurigai Pakistan yang mayoritas warganya Sunni sebagai sarang teroris, mungkin karena bantuan militer dari musuh bebuyutannya, Arab Saudi.
Namun Iran dan Arab Saudi sempat menghadiri mediasi oleh China pada Maret lalu, sehingga meredakan tensi kedua belah pihak.***
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan