“Sekarang cukup jelas, tidak hanya serangan balasan (Ukraina) yang gagal, namun inisiatif tersebut sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Rusia. Jika ini terus berlanjut, kenegaraan Ukraina mungkin akan mengalami pukulan yang sangat serius dan tidak dapat diperbaiki.”
Pernyataan-pernyataan Putin mengenai jalannya perang menjadi semakin percaya diri dan agresif dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan kegagalan serangan balasan Ukraina dalam memberikan keuntungan besar terhadap pasukan Rusia yang sudah mengakar kuat.
Rusia saat ini menguasai 17,5% wilayah Ukraina.
Baca Juga: Macron Menjanjikan Beragam Reformasi Untuk Perancis Ketika Ia Berupaya Mengatur Ulang Kebijakannya
Putin mengatakan pembicaraan tentang negosiasi adalah "sebuah upaya untuk memotivasi kita agar meninggalkan kemajuan yang telah kita capai selama satu setengah tahun terakhir. Namun hal ini tidak mungkin. Semua orang memahami bahwa hal ini tidak mungkin."
Formula perdamaian yang dikemukakan oleh Zelenskiy antara lain menyerukan pemulihan integritas wilayah Ukraina, penghentian permusuhan dan penarikan pasukan Rusia.
Rusia mengatakan setiap negosiasi harus mempertimbangkan “realitas baru” yang diciptakan oleh pasukannya di lapangan.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: dkliknews.com
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri