Pemerintah Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari di Port Moresby mulai Kamis malam.
Baca Juga: Pilot British Airways Diculik, Diserang dan Dirampok Saat Transit di Afrika Selatan
Saat ini WNI khususnya pekerja migran sudah hidup aman di rumahnya masing-masing, termasuk di mess perusahaan, dan terus diawasi oleh KBRI.
"Memang benar, untuk memastikan keberadaan dan keamanan Kedubes RI selalu memonitor," ujar Andriana.
Ia mengatakan, pihaknya masih mencari tahu berapa jumlah pekerja migran yang ada di Papua Nugini dan apa kebijakan perusahaan pasca kerusuhan.
Baca Juga: Kabar Duka, Ibunda Maxime Bouttier Meninggal Dunia
"Kami juga memonitor dampak bagi pekerja migran yang tempat kerjanya dijarah dan dibakar," kata Andriana.
Kerusuhan terjadi di Port Moresby dan beberapa kota di Papua Nugini pada Rabu, 10 Januari 2024.
Kerusuhan terjadi setelah polisi dan pegawai negeri melakukan pemogokan karena pemotongan gaji hingga $100 (sekitar Rp 1,5 juta).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: alonesia.com
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya