Gambar yang beredar luas di media sosial beberapa hari ini benar-benar bikin kaget. Tampak Patung Liberty, ikon global itu, roboh dan hancur berkeping-keping diterpa badai. Langit gelap gulita, angin mengamuk. Tapi tunggu dulu, jangan panik.
Kejadiannya ternyata bukan di New York. Bukan patung aslinya yang di Pulau Liberty. Melainkan replika raksasa yang berdiri di Brasil, tepatnya di kota Guaiba.
Menurut sejumlah saksi, replika setinggi 40 meter itu ambruk dalam cuaca ekstrem pada Senin lalu. Patung ini dipasang di area parkir sebuah pusat perbelanjaan besar milik jaringan Havan.
Marcelo Maranata, Wali Kota Guaiba, langsung memberikan konfirmasi.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Respons tim di lapangan sangat cepat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tim gabungan sudah dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengevaluasi kerusakan di sekitarnya.
Dari pihak perusahaan, mereka menjelaskan bahwa yang runtuh 'hanya' bagian atas patung, sekitar 24 meter. Sementara alasnya yang setinggi 11 meter masih kokoh berdiri. Replika ini sendiri sudah ada sejak toko tersebut dibuka tahun 2020 dan diklaim punya sertifikasi kelayakan.
Begitu kejadian, area sekitar langsung dipagari buat jaga-jaga. Puing-puingnya berhasil dibersihkan dalam hitungan jam.
Lalu, apa penyebab pastinya? Data otoritas cuaca setempat mencatat angin dengan kecepatan fantastis, lebih dari 90 km/jam, menerjang wilayah itu. Sebenarnya, peringatan dini sudah disebar via pesan ke ponsel warga. Risiko angin kencang dan hujan deras sudah diumumkan, tapi tampaknya kekuatan anginnya benar-benar di luar perkiraan.
Jadi, itu tadi cerita tentang Patung Liberty 'brasileira' yang tumbang. Patung asli di New York? Masih tegak berdiri kok, aman-aman saja.
Artikel Terkait
Kremlin Perketat Keamanan Putin di Tengah Kekhawatiran Kudeta dan Gelombang Pembunuhan Tokoh Militer
Persetujuan Publik terhadap Trump Anjlok ke 34 Persen, Terendah Sepanjang Masa Jabatan Kedua
Menlu Iran Akan ke Moskow Bahas Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan dengan AS
Perang Iran Kuras Persediaan Rudal AS, Picu Kekhawatiran Kerentanan Jangka Pendek