Tanggapan Trump sendiri? Santai saja. Saat ditanya wartawan di Ruang Oval, ia mengaku belum melihat fotonya dan meremehkan pentingnya hal itu.
Di sisi lain, Bill Clinton juga tak luput. Ada foto yang menempatkannya bersama Epstein, Ghislaine Maxwell yang kini mendekam 20 tahun penjara dan dua orang tak dikenal.
Epstein sendiri adalah kisah yang rumit. Finansier kaya raya ini punya jaringan luas di kalangan elite. Pada 2008, ia divonis bersalah di Florida atas kejahatan seks terhadap anak di bawah umur, tapi hukumannya terasa ringan: hanya sekitar setahun penahanan. Kasusnya meledak lagi tahun 2019 di New York, tapi ia ditemukan meninggal di sel tahanan sebelum sidang. Resminya, bunuh diri.
Sekarang, sorotan beralih ke dokumen. Kongres sudah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk membuka dokumen penyelidikan kasus Epstein paling lambat 19 Desember nanti. Awalnya Trump berusaha menahannya, tapi akhirnya setuju juga setelah tekanan dari Kongres bahkan dari sesama Partai Republik.
Masih belum jelas seberapa banyak dokumen yang akan dibuka. Kemungkinan besar, banyak bagian akan disensor untuk melindungi penyelidikan yang masih berjalan.
Yang menarik, selama ini Trump dan kawan-kawannya kerap menuduh kalangan Demokrat dilindungi dalam kasus Epstein. Tapi kedekatannya sendiri dengan Epstein di masa lalu, ditambah penolakannya terhadap pembukaan dokumen secara luas, justru memantik pertanyaan baru. Sekarang ia menyebut seluruh skandal ini sebagai "hoaks". Narasinya jadi berputar-putar, dan publik hanya bisa menunggu dokumen-dokumen itu benar-benar terbuka.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan