Dewas KPK Gelar Rapat Internal, Bobby Nasution Menanti Panggilan

- Kamis, 20 November 2025 | 08:50 WIB
Dewas KPK Gelar Rapat Internal, Bobby Nasution Menanti Panggilan
Dewas KPK Bahas Pemanggilan Bobby Nasution

MURIANETWORK.COM – Soal pemanggilan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, oleh Dewan Pengawas KPK masih menunggu keputusan lebih lanjut. Rencananya, Dewas akan menggelar musyawarah internal untuk menentukan langkah yang tepat.

Ketua Dewas KPK, Gusrizal, mengungkapkan bahwa laporan yang diterima harus ditelaah dulu dengan seksama. "Masalah pemanggilan Bobby, kita akan musyawarahkan dulu," ujarnya di Jakarta, Kamis, 20 November 2025. Ia menambahkan, pihaknya masih mempertimbangkan apakah perlu meminta klarifikasi langsung dari Bobby atau tidak.

Di sisi lain, laporan yang memicu pembahasan ini berasal dari Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI). Mereka melaporkan dugaan upaya penghambatan proses hukum oleh Kasatgas Penyidikan KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti, terkait kasus yang melibatkan Bobby Nasution.

Menurut Koordinator KAMI, Yusril S Kaimudin, laporan tersebut disampaikan langsung ke Gedung KPK C1, Jakarta. "Kami menuntut KPK melakukan audit internal secara menyeluruh," tegasnya. Yusril juga menyoroti insiden kebakaran rumah seorang hakim yang sebelumnya meminta Bobby hadir sebagai saksi. "Itu sudah bukan rahasia umum lagi," jelasnya.

Tak hanya itu, KAMI juga mendesak agar proses hukum berjalan tanpa pandang bulu. Meski Bobby dikenal sebagai menantu Presiden Jokowi, kata Yusril, penegakan hukum harus tetap independen.

Adapun tuntutan mereka mencakup tiga hal utama. Pertama, pemeriksaan etik terhadap AKBP Rossa Purbo Bekti. Kedua, penilaian dampak tindakan tersebut terhadap kredibilitas KPK. Ketiga, langkah pemulihan kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah itu.

Gusrizal menegaskan, sesuai SOP, laporan seperti ini harus ditindaklanjuti dalam waktu 15 hari. Namun begitu, keputusan akhir masih menunggu hasil musyawarah Dewas.

Yusril mengingatkan, jika respons terhadap laporan ini dianggap tidak memadai, aksi turun ke jalan akan dilakukan. "Kami akan turun ke jalan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar