Menurut penuturan Ary Ginanjar, keputusan Daehoon untuk mualaf berawal dari penemuannya tentang keselarasan antara nilai-nilai Islam dengan budaya Korea tradisional. Daehoon menyoroti kesamaan prinsip seperti kejujuran, larangan berbohong, dan kewajiban menutup aurat bagi perempuan yang dahulu kuat dalam masyarakat Korea.
Sayangnya, nilai-nilai luhur tersebut dinilai mulai luntur di Korea modern. Pencarian akan kebenaran dan kebaikan inilah yang akhirnya membawa Daehoon pindah ke Indonesia dan menemukan hidayah untuk memeluk Islam secara kaffah.
Dukungan untuk Na Daehoon sebagai Ayah Tunggal
Ary Ginanjar juga menyebut Daehoon kini menjalani peran sebagai ayah tunggal bagi ketiga anaknya. Meski belum resmi bercerai dengan Jule, situasi rumah tangganya sedang menjadi sorotan. Doa dan dukungan mengalir untuk Daehoon agar dapat membesarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang soleh, solehah, dan bertaqwa.
Na Daehoon, yang telah menetap di Indonesia sejak 2002, memutuskan untuk mualaf sebelum menikahi Jule pada 2021. Kisah hidupnya kini menjadi inspirasi banyak orang, terutama dalam menghadapi ujian rumah tangga.
Artikel Terkait
Adik Denada Soroti Sikap Keluarga: Harusnya Ayah Kandung Ressa yang Dituntut, Bukan Dena
Boiyen dan Rully Anggi Akbar Tak Lagi Serumah, Sidang Cerai Telah Dimulai
Kuasa Hukum Boiyen Bantah Gugatan Cerai Terkait Kasus Rully
Bio Instagram Berubah, Denada Akui Anak Kandung Usai Dituding Telantarkan